LAN atau singkatan dari Local Area
Network yaitu serangkaian media transmisi hardware dan software
yang memberikan antar muka kepada perangkat menjadi sebuah media serta pengatur
akses jalur media dengan tepat. Jaringan LAN memiliki frekuensi yang kecil,
sama halnya dengan jaringan laboratorium komputer sekolah maupun kampus yang biasanya
tersambung menggunakan kabel UTP. Jaringan LAN berfungsi sebagai media
penghubung antar komputer untuk bertukar data dan informasi sekaligus sebagai
jembatan penggunaan perangkat komputer bersama (misal : printer).
Jaringan LAN mempunyai berbagai macam bentuk rangkaian yang disebut dengan
topologi. Beberapa topologi LAN diantaranya yaitu topologi bus, star, tree
dan ring.
Sebelum ke beranjak ke cara instalasi
jaringan LAN, sebaiknya persiapkan terlebih dahulu beberapa alat-alat
pemasangan LAN. Berikut adalah beberapa alat-alat tersebut.
1. Tang Crimping
Berfungsi
sebagai alat pemasang anatar kabel UTP ke konektor RJ-45/RJ-11. Tidak hanya
itu, alat ini juga mampu digunakan untuk memotong dan mengupas kabel.
2. LAN Tester
Berfungsi
sebagai alat pengecekan apakah kabel UTP sudah tersambung dengan benar ke
konektor RJ-45/RJ/11.
3. RJ-45
Berfungsi
sebagai konektor kabel UTP. Biasanya konektor ini sering digunakan dalam
topologi jaringan komputer LAN
4. Kabel UTP
Berfungsi
sebagai kabel pada sebuah sistem jaringan LAN. Kabel UTP atau singkatan dari Unshielded
Twisted Pair memiliki impedansi sekitar 100 ohm, dan juga dibagi
menjadi ke dalam beberapa kategori berdasarkan kemampuannya sebagai penghantar
data.
5. NIC card atau singkatan dari Network Interface Card
Merupakan
sebuah kartu jaringan yang berfungsi sebagai jembatan antar satu komputer
dengan komputer lainnya dalam satu jaringan.
Cara
Instalasi Jaringan LAN
Berikut beberapa
langkah-langkah/cara instalasi jaringan LAN yang sudah saya rangkum.
1.
Menghubungkan Kabel dengan Konektor
Hubungkan kabel UTP sesuai dengan
salah satu jenis jaringan dibawah ini.
- Jaringan peer-to-peer menggunakan kabel bertipe Crossover
- Jaringan client-server menggunakan kabel bertipe Straight
2.
Pengujian Kabel
Setelah
ujung-ujung kabel UTP terhubung dengan konektor, ujilah kabel tersebut
menggunakan LAN tester. Apabila semua lampu indikator LAN tester menyala secara
tepat sesuai dengan jenis kabel. Maka kabel dinyatakan lolos untuk masuk ke
tahapan instalasi berikutnya.
3.
Konfigurasi Computer Name dan Workgroup pada Jaringan LAN.
Langkah pertama yaitu klik start
lalu klik kanan pada My Computer kemudian pilih properties. Kedua, muncul
jendela properties, klik change settings pilih change. Ketiga, klik workgroup
kemudian masukkan nama workgroup sesuai keinginan. Setelah selesai klik Ok.
4.
Setting IP Address
Berfungsi untuk menentukan alamat
dari sebuah jaringan. Caranya mudah, klik start terlebih dahulu kemudian pilih
control panel. Muncul jendela control panel, klik Network and Internet
Connection pilih Network Connection. klik kanan NIC yang sedang aktif (Local
Area Network) kemudian pilih properties. Pilih Internet Connection (TCP/IP)
dengan double klik. Kemudian muncul jendela Internet Protocol (TCP/IP)
Properties, pilih Use the following IP address.
Isikan dengan alamat yang digunakan,
misal:
Ip address : 192.168.1.101
Subnet mask : 255.255.255.0
Default gateway : 192.168.10.1
DNS: Biarkan saja kosong
Terakhir klik Ok.
Ip address : 192.168.1.101
Subnet mask : 255.255.255.0
Default gateway : 192.168.10.1
DNS: Biarkan saja kosong
Terakhir klik Ok.
5.
Uji Coba Jaringan LAN
Cara mengujinya dengan ping
melalui Command Prompt. Ketikkan ip address yang dituju, misal ping
192.168.1.102. Jika tertulis Reply from… maka instalasi jaringan LAN
dinyatakan berhasil. Sedangkan jika tertulis Request Time Out maka
instalasi jaringan LAN dinyatakan belum berhasil.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar